Jumat, 10 Juni 2011

Antara Fiqh dan Masail al-Fiqhiyyah

1. Apa perbedaan antara Fiqh dan Masailul Fiqhiyyah?


Sebenarnya perbedaan antara keduanya sudah bisa diketahui dari nama masing-masing: Fiqh/الْفِقه (pemahaman) dan Masail al-Fiqhiyyah/مَسَا ئِلُ الْفِقْهِيَّة (permasalahan dalam pemahaman).

Lebih jelasnya akan saya ulas dulu definisi dari keduanya.

Pertama, Fiqh (الْفِقه)
Fiqh secara kebahasaan bermakna pemahaman/paham. Hal ini dapat ditangkap dari firman Allah yang terdapat dalam QS. Thaha ayat 27-28:
       
Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka memahami perkataanku

Atau yang terekam dalam hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Muslim:
”مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الّدِّيْنِ“

“Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, maka Allah akan membuatnya paham dalam urusan agama”


Sedangkan menurut istilah, Fiqh dipahamai sebagai suatau “ilmu pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at dalam bentuk amaliah (perbuatan mukallaf) yang diambil dari dalilnya secara terperinci”.

Kedua, Masailul Fiqhiyyah (مَسَا ئِلُ الْفِقْهِيَّة)
Masailul Fiqhiyyah secara etimolgi berasal dari dua kata: yaitu Masail/ مَسَا ئِل dan Fiqhiyyah/ الْفِقْهِيَّة.
Kata Masail terurai dari kata mas’alah/مَسْأَلَة sebagai bentuk tunggal (mufrad) yang dikonversi ke dalam bentuk plural (jamak).

Kata Mas’alah sendiri bermakna permasalahan/problema. Maka, kata Masail yang sebagai isim jamak taksir dapat diterjemahkan dengan permasalahan-permasalahan/problematika.

Sementara kata Fiqhiyyah adalah berasal dari kata Fiqh yang sudah saya utarakan penjelasannya. Hanya saja kata Fiqhiyyah sudah berbentuk kata sifat (adjektifa)nisbi. Jadi terjemehan sederhana kata Fiqhiyyah adalah berhubungan dengan Fiqh, layaknya kata insan yang artinya manusia, ketika diubah menjadi insaniyyah, maka artinya adalah sesuatu berhubungan dengan kemanusiaan.

Maka, kombinasi dari kata Masail dan Fiqhiyyah bisa diistilahkan dengan suatu persoalan hukum atau pemahaman yang dihadapi oleh umat Islam

Setelah panjang lebar saya ulas makna masing-masing dari kata Fiqh dan Masail Fiqhiyyah, nah. . . kini tiba saatnya bagi saya untuk menyebutkan perbedaan antara keduanya.

Perbedaan antara Fiqh dan Masailul Fiqhiyyah atau yang biasa juga disebut dengan Masailul Fiqhiyyah Al-Haditsah adalah:

• Fiqh
Kalau Fiqh merupakan suatu disiplin ilmu pengetahuan tentang syari’at atau kumpulan keputusan atau hukum.
Contoh
Misalnya tentang Wudhu. Ketika ada penjelasan suatu mazhab tentang tata cara wudhu’, rukun-rukunnya, amalan sunnahnya dan hal yang dapat membatalkan. Nah, penjelasan yang tertuang dalam suatu kitab (buku), itulah Fiqh atau pemahaman.

• Masailul Fiqhiyyah
Kalau Masailul Fiqhiyyah merupakan persoalan-persoalan pemahaman atau pendapat yang muncul pada konteks kekinian sebagai resiko dari komplekitas problematika pada suatu tempat, kondisi dan waktu. Dan, persoalan tersebut belum pernah terjadi pada waktu yang lalu, karena adanya perbedaan situasi yang melingkupinya. Makanya, sering juga disebut dengan term Masailul Fiqhiyyah Al-Haditsah (Permasalah Kekinian dalam Bidang Pemahaman).
Contoh
Misalnya masalah pernikahan harus dictatat dalam lembaga pencatatn negara atau tidak?
Kalau pada zaman Rasul, sahabat dan tabiiin, nikah tidak perlu dicatat dalam KUA (sebutlah seperti itu). Karena memang ayat yang ada tentang perintah dokumentasi hanya dalam masalah akuntan hutang-piutang, seperti yang terdapat dalam QS al-Baqarahayat 282.
Selain itu, karena adanya saksi nikah dan pelaksanaan walimatul ursy juga adalah sebagai bukti penguat bahwa telah terjadi pernikahan.

Cuma. . . timbul persoalan. Bagaimana kalau saksinya itu meninggal, lalu apa yang bisa dijadikan bukti bahwa keduanya telah menikah atau belum? Dan, masih banyak lagi penyebab lain, baik itu yang bernuansa politik kebijakan pemerintah atau memang murni problema yang timbul dari tentang status pernikahan itu.
Maka, mendaftarkan pernikahan di lembaga pencatatan negara menjadi masalah Fiqh kekeinian yang memerlukan fatwa.
Inilah salah satu contoh Masailul Fiqhiyyah.

Wallahu a’lam

Jangan lupa komentarnya ya!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar